Jangan Khawatir, Inilah 5 Cara Mengatasi Keracunan Makanan

Keracunan makanan bisa terjadi jika makanan bercampur zat berbahaya. Akan tetapi, keracunan makanan yang terjadi pada anak-anak diakibatkan jajan sembarangan dan mengonsumsi makanan yang dibuat dengan cara yang tidak biasa atau tidak benar. 

Menurut laman Hello Sehat, cara mengatasi keracunan makanan untuk anak-anak sebenarnya  bisa sembuh sendiri dalam beberapa hari, tetapi pastikan agar mereka istirahat yang cukup, mengonsumsi cairan yang banyak agar terhindar dari dehidrasi, minum sedikit-sedikit agar tubuh lebih mudah menyerap cairan, dan jangan makan makanan yang padat. 

Namun, dilansir dari laman Alo Dokter, keracunan makanan bisa menimbulkan beberapa gejala seperti muntah, mual, lemas, diare, nyeri perut, dan demam. Gejala-gejala tersebut bisa tumbuh beberapa jam, sehingga beberapa hari setelah mengonsumsi makanan yang tercampur zat berbahaya.

Meski bisa sembuh sendiri, gejala keracunan makanan bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dan bisa menjadi parah. Ada beberapa langkah untuk mengatasi keracunan makanan, yaitu:

  1. Memakan Makanan yang Tepat.

Jika gejala muncul, dianjurkan untuk tidak memakan makanan apa pun terlebih dahulu selama beberapa jam. Setelah merasa sudah sedikit baikan atau lebih nyaman dari sebelumnya. Disarankan memakan makanan yang rendah lemak, tanpa banyak tambahan bumbu, dan rendah serat, seperti bubur, pisang, kentang dan madu. Alangkah baiknya menghindari makanan yang berminyak, pedas, serta makanan yang asam. Bukan hanya itu, hindari minuman yang mengandung kafein, alkohol, atau susu. 

  1. Mengonsumsi Cairan yang Cukup.

Muntah dan diare yang disebabkan keracunan makanan bisa membuat tubuh kehilangan banyak cairan. Cara mengatasinya dengan meminum banyak air putih untuk mencegah dehidrasi. Tidak hanya air putih, mengonsumsi minuman elektrolit dan makanan berkuah untuk mengembalikan cairan yang hilang. Minumlah sedikit demi sedikit, tetapi sering, agar tidak mual. 

  1. Istirahat yang Cukup.

Perbanyaklah istirahat  yang cukup agar daya tahan tubuh bisa bekerja optimal untuk melawan kuman yang diakibatkan keracunan makanan. Gejala keracunan juga bisa bisa membuat tubuh lemas, jadi dibutuhkan istirahat yang cukup untuk mengembalikan energi. 

  1. Mengonsumsi Air Jahe.

Meminum jahe dikenal memiliki efek menenangkan bagi saluran cerna. Selain itu, jahe juga meredakan mual dan rasa tidak nyaman di perut. Bukan hanya jahe, keracunan makanan juga bisa diatasi dengan mengonsumsi asupan yang mengandung probiotik, yang bisa menyehatkan kembali saluran cerna. 

  1. Hindari Mengonsumsi Obat-Obatan Tanpa Resep Dokter.

Selama keracunan makanan diare dan muntah merupakan proses alami tubuh untuk membersihkan saluran cerna dari racun, virus, bakteri, dan parasit berbahaya. Mengonsumsi obat-obatan justru akan memperpanjang gejala keracunan. Maka dari itu, hindari obat-obatan tanpa resep dokter. Gejala diare yang disebabkan keracunan makanan tidak perlu selalu diobati dengan antibiotik, dikarenakan tidak bisa mengobati keracunan yang diakibatkan oleh virus. 

Jika keracunan makanan semakin serius dan memiliki gejala dehidrasi, segera ke rumah sakit terdekat. Dokter akan menanyakan makanan apa yang terakhir kali dimakan dan sejak kapan gejala keracunan terjadi. Setelah itu, dokter akan memeriksa pasien, mulai dari mengambil sampel darah, feses, dan urin untuk diperiksa di laboratorium. Hasil pemeriksaan tersebut akan membantu mengetahui penyebab keracunan. Namun, biasanya dokter akan memberikan resep antibiotik untuk mematikan bakteri.

Jika orang terdekat Anda mengalami keracunan makanan, segera beri tahu lembaga kesehatan yang di dekat Anda. Petugas mungkin bisa menjelaskan secara rinci penyebabnya. Penjelasan mengenai cara mengatasi keracunan makanan di atas tentu sudah sangat jelas, tetapi jika Anda masih bingung, bisa ditanyakan langsung pada dokter. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *