Peran Kim Jeffrey Dalam Memuluskan Taktik Robert Alberts

Robert Rene Alberts mengejutkan penggemar sepak bola Indonesia, terutama Bobotoh, dengan memasang Kim Jeffrey Kurniawan untuk mendampingi Omid Nazari di lini tengah Persib Bandung. Sejak pramusim,
menurut bandarqq Omid kerap dijodohkan dengan Dedi Kusnandar atau biasa disapa dengan sebutan Dado. Persib juga memiliki satu gelandang yang pada akhir musim lalu tampil hebat berpasangan dengan Omid, yakni Abdul Aziz. Ketidaksukaan Bobotoh bisa dipahami. Usai cedera serius musim lalu, sulit bagi Kim untuk bisa kembali normal. Dia jarang mendapat menit bermain.

Robert akhirnya mengungkapkan kenapa dia menggoda Kim. Dia ingin menggunakan mobilitas Kim untuk membantu pasangan penyerang itu. Tantangan bermain di posisi 4-4-2 adalah bagaimana membuat lini tengah dan lini depan terhubung dengan baik. Apalagi dengan gaya bermain Persib yang kini kerap melakukan serangan dari bola-bola datar.

Saya memilih Kim karena dia mampu menembus pukulannya. Kedua penyerang membutuhkan seseorang untuk masuk ke sistem. Jika kami bermain dengan pemain lain, itu akan sulit karena karakternya tidak cocok dengan tim. Ini gerakan taktis, ”ujar Robert seperti dikutip Simamaung.

Meski peran Kim bukanlah penyerang hole seperti Makan Konate, ia kerap menyulitkan center Persela dengan gerakan yang ia lakukan setelah melahirkan. Geoffrey Castillion dan Wander Luiz sering turun cukup rendah untuk mengambil bola. Kim mampu menemukan mereka dan membuat permainan gabungan untuk menusuk pertahanan Persela.

Gol Persib kedua Wander menandai contoh gerakan taktis ini. Kim menguasai bola di lini tengah dengan Geo di posisi yang cukup rendah sedangkan Wander di posisi yang lebih tinggi. Kim memakan Geo dan melanjutkan pergerakannya ke area penalti. Wander yang kemudian menerima bola dari Geo dengan apik mampu mengelabui lawannya untuk membuka jarak tembak. Sepakan Wander akhirnya menggandakan posisi Persib.

Kim tidak menangkap bola setelah mendorong Persela ke area penalti. Namun gerakannya menjadi gangguan bagi Persela, sehingga ia lengah. Wander berhasil memanfaatkan kelalaian itu dengan baik dan menjadikannya sebagai gol. Jika jenis gerakan ini terus dilatih dan matang, Kim bisa mendapatkan bola atau bahkan hingga sampai peluang untuk mencetak gol.

Kim menegaskan bahwa itu benar-benar berfungsi sebagai penghubung antara lini tengah dan lini depan. “Mungkin posisinya sedikit berbeda dengan musim lalu ketika saya lebih dekat dengan gelandang serang. Kemarin saya bermain di posisi semula, yaitu gelandang, membantu bertahan tetapi juga menjadi penghubung untuk menyerang,” ujarnya. melawan Persela.

Pertanyaan yang muncul adalah apakah Kim akan menjadi partner utama Omid di lini tengah Persib musim ini. Jawabannya tidak akan selalu ada. Robert adalah seorang pelatih taktis dengan beragam materi pemain, sehingga ia sering mencampurkan taktik berdasarkan lawan dan pemain yang tersedia. Komposisi pemain yang digunakan bisa berbeda-beda di setiap permainan.

Misalnya di penghujung musim lalu, saat Ezechiel N`douassel, Esteban Vizcarra dan Febri Haryadi tak tampil melawan Arema. Robert menempatkan Kim sebagai sembilan palsu, ditemani Frets Butuan di kiri dan Erwin di kanan. Musim lalu, Persib mengandalkan jadwal bola panjang Eze, tapi dengan absennya striker Cadre, Robert harus mencari alternatif. Trio barisan depan yang dimainkan bukanlah pemain dengan posisi besar, jadi mereka memainkan kombinasi bola pendek. Hasilnya Persib berhasil mengalahkan Arema dengan tiga gol tak terjawab. Gol pertama Kim lahir dari kolaborasi yang baik dengan kuncian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *